SELAMAT DATANG DI WEBSITE "CAHAYA SUKMA NING JAGAD" KAMI AKAN MELAYANI ANDA DENGAN SEPENUH HATI ("Janganlah kamu berkonsultasi kepada orang yang di rumahnya tidak terdapat makanan, karena hal tersebut menandakan tidak berfungsinya akal mereka.” (Imam Syafi’i")

Doa-Doa Yang Diajarkan Dan Dipraktekkan Nabi SAW

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم
Pada hakikatnya berdo'a boleh dengan redaksi sesuka yang kita kehendaki. Akan tetapi redaksi do'a yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. sudah barang tentu memiliki fadhilah (keutamaan) tersendiri, disamping memiliki nilai pahala tambahan (sunnah) substansi dan tata redaksinya sudah barang tentu sangat mengena! Kata 'Aisyah r.a.:"Nabi saw. menyukai doa-doa yang padat dan berisi, dan meninggalkan doa-doa yang tidak demikian halnya."
Adapun mengenai adab berdo'a, sangatlah banyak jumlahnya, saya hanya menukilkan beberapa saja sebagai pelengkap, yakni sebagai berikut:
1. Mencari waktu yang mustajab.
Diantara waktu yang mustajab adalah hari arafah, ramadhan, sore hari jumat, dan waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ينزل الله تعالى كل ليلة إلى السماء الدنيا حين يبقى ثلث الليل الأخير فيقول عز وجل: من يدعونى فأستجب له، من يسألنى فأعطيه، من يستغفرنى فأغفر له
“Allah turun ke langit dunia setiap malam, ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Allah berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, Aku kabulkan, siapa yang meminta-Ku, Aku beri, dan siapa yang minta ampunan pasti Aku ampuni.” (H.r. Muslim)
2. Memanfaatkan keadaan yang mustajab untuk berdoa.
Diantara keadaan yang mustajab untuk berdoa adalah: ketika perang, turun hujan, ketika sujud, antara adzan dan iqamah, atau ketika puasa menjelang berbuka. Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengatakan, “Sesungguhnya pintu-pintu langit terbuka ketika; jihad fi sabillillah sedang berkecamuk, ketika turun hujan, dan ketika iqamah shalat wajib. Manfaatkanlah untuk berdoa ketika itu.” (Syarhus Sunnah al-Baghawi, 1: 327).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Doa antara adzan dan iqamah tidak tertolak .” (H.r. Abu Daud, Nasa’i, danTurmudzi).
Nabi saw. bersabda, “Keadaan terdekat antara hamba dengan Tuhannya adalah ketika sujud. Maka perbanyaklah berdoa.” (H.r. Muslim).
3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
Dari Jabir radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di padang Arafah, beliau menghadap kiblat, dan beliau terus berdoa sampai matahari terbenam. (H.r. Muslim).
Dari Salman radliallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian itu Malu dan Maha Memberi. Dia malu kepada hamba-Nya ketika mereka mengangkat tangan kepada-Nya kemudian hambanya kembali dengan tangan kosong (tidak dikabulkan).” (H.r. Abu Daud & Turmudzi dan beliau hasankan).
Cara mengangkat tangan dalam berdoa:
Ibn Abbas radliallahu ‘anhu mengatakan, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berdoa, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya dan mengangkatnya setinggi wajahnya (wajah menghadap telapak tangan). (H.r. Thabrani). 
Catatan: Tidak boleh melihat ke atas ketika berdoa.
4. Dengan suara lirih dan tidak dikeraskan.
Allah berfirman: وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا
“Janganlah kalian mengeraskan doa kalian dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.” (Q.s. Al-Isra: 110).
Allah memuji Nabi Zakariya ‘alaihis salam, yang berdoa dengan penuh khusyu’ dan suara lirih,  ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُ زَكَرِيَّا (2) إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا
“(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria, yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.” (Q.s. Maryam: 2 – 3).
Allah juga berfirman,: ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.s. Al-A’raf: 55)
Dari Abu Musa radliallahu ‘anhu bahwa suatu ketika para sahabat pernah berdzikir dengan teriak-teriak. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan, يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، فَإِنَّكُمْ لاَ تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلاَ غَائِبًا ، إِنَّهُ مَعَكُمْ ، إِنَّهُ سَمِيعٌ قَرِيبٌ
“Wahai manusia, kasihanilah diri kalian. Sesungguhnya kalian tidak menyeru Dzat yang tuli dan tidak ada, sesungguhnya Allah bersama kalian, Dia Maha mendengar lagi Maha dekat.” (H.r. Bukhari).
5. Dst.


Do'a Yang Sering Dimohonkan Nabi saw.

  1. Diterima dari Anas r.a. katanya:   "Doa yang sering dibaca oleh Nabi saw. ialah:                'رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ  اللهم '(Ya Allah, Tuhan kami, berilah kami di dunia kebaikan , dan di akhirat juga kebaikan, dan peliharalah kiranya kami dari azab neraka)."
  2. Dan diriwayatkan oleh Muslim:  "Bahwa Rasulullah saw. pergi menjenguk salah seorang laki-laki Islam yang bdannya telah kurus kering, tak ubahnya bagai anak burung. Maka sabda Rasulullah saw. kepadanya:'Apakah Anda bedoa atau memohon sesuatu kepada Allah'? Ujarnya: 'Memang saya baca: Ya Allah, azab yang akan kau timpakan kepadaku di akhirat sebagai hukuman, mohon Engkau segerakan di dunia ini'! Maka sabda Rasulullah saw.: 'Subhanallah, Anda tak 'kan tahan atau mampu menderitakannya! kenapa tidak diucapkan saja: اللهم آتنا في الدنيا حسنه وفي الاخرة حسنه وقنا عذاب النار ."
  3. Diriwayatkan oleh Ahmad dan Nasa'i, bahwa Sa'ad mendengar putranya berdoa:"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu surga, bilik-biliknya dan ini serta itu, dan akau berlindung kepada-Mu dari neraka, dari belenggu dan rantai-rantainya!" Maka kata Sa'ad: "Sungguh, banyak sekali permintaanmu kepada Allah, dan tidak sedikit bencana yang kau minta dihindarkan-Nya daripadamu. Dan saya dengar Rasulullah saw. bersabda: "Nanti akan muncul satu golongan yang berlebih-lebihan dalam berdoa! Cukuplah bila kau ucapkan: 'اللَّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّه عَاجِله وَ اجِلِه مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَ مَا لَمْ اَعْلَمْ    (Ya Allah, aku mohon kebaikan itu seluruhnya, baik yang telah ku ketahui maupun yang belum dan aku berlindung dari kejahaatan itu, baik yang telah kuketahui ataupun yang belum)."
  4. Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a., katanya: "Salah satu doa Nabi saw. ialah: Rabbi a'inni wala tu'in alaiya wanshurni wla tanshur 'alaiya, wamkur li wala tamkur 'alaiya, wahdini wayassiril huda li, wanshurni 'ala manbagha 'alaiya! Rabbi 'alni laka syak kara ,laka dzakkara laka rahhaba, laka mithwa'a, laka awwaha, ilaika muniba, Rabbi taqabbal taubati, waghsil hubati, wa-ajib da'wati, watsabbit hujjati wasaddid lisani, wahdi qalbi, waslul sakhimata shadrii'.(Tuhanku! Tolonglah daku, dan jangan Engkau tolong orang-orang menghadapiku, belalah daku, dan janganlah dibela orang yang menghadapiku. Aturlah siasat buat keuntunganku, dan bukan buat kerugianku! Tunjukkanlah daku dan lancarkanlah bimbingan bagiku, srta tolonglah dakum menghadapi orang yang aniaya kepadaku. Tuhanku! jadikanlah daku seorang yang bersyukur kepada-Mu, seorang yang ingat, yang takut, yang taat, yang suka kembali dan yang menyadarkan dirinya kepada-Mu! Terimalah taubatku. hapuslah dosaku, perkenankan doaku, kuatkan alasanku, lancarkan lidahku, bimbing hatiku, dan hapuslah rasa dendam di dadaku)."
  5. Diriwayatkan oleh Muslim dari Zaid bin Arqam, katanya: "Yang saya katakan kepada kamu, hanyalah apa yang diucapkan oleh Rasulullah saw. biasanya ia mengucapkan: 'Allahumma inni a'udzu bika minal 'ajzi walkasli, waljubni wal bukhli, walhaomi, wa'adzabil qabr. Allahumma ati nafsi taqwaha, zakkiha anta khairu man zakkaha, innaka waliyyuha wamaulaha. Allahumma inni a'udzubika min ilmin la yanfa' wamin qalbin la yakhsya'. (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat lemah dan malas, dari pengecut dan kikir, dari usia bangka dan siksa kubur. Ya Allah, berikanlah kepada diriku sifat takwanya, bersihkanlah dia karena Engkaulah sebai-baik yang membersihkannya. Sesungguhnya yang jadi wali dan penguasanya . Ya Allah, aku berlindung kepada-Mud dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tak hendak khusyu' dari nafsu yang tidak pernah puas dan dari do'a yang tidak beroleh perkenan)."
  6. Do'a Mohon Istiqamah: Dalam sebuah Shahih Hakim terdapat sabda dari Rasulullah saw. "Maukah Tuan-Tuan , hai manusia, bersungguh-sungguh dalam berdo'a?" Ujar mereka :"Mau, ya Rasulullah." Sabda Nabi saw.: "Ucapkanlah اللهم أعني على ذكرك وشكرك، وحسن عبادتك (Ya Allah, bantulah kami buat dzikir kepada-Mu, buat bersyukur dan beribadah kepada-Mu dengan baik)." Dan Menurut riwayat Ahmad, Nabi saw. bersabda: "Selalulah pakai 'Ya dzal jalali wal ikram(Ya Tuhan Empunya kebesaran dan penghormatan)'."Juga menurut riwayatnya Rasulullah saw. mengucapkan" "Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi 'ala dinik! wal mizana biyadir rahmani'azza wajalla yarfa'u aqwaman wayadha'u akharin (Ya Allah yang membolak-balik hati manusia! Teguhkanlah hatiku dalam agama-Mu! Sedang neraca timbangan itu di tangan Allah Yang Rahman 'Azza wajalla, ditinggikan-Nya beberapa golongan dan direndahkan-Nya golongan-golongan lain)'."
  7. Dari ibnu Umar r.a. Rasululullah saw. mengucapkan: 'اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, beralihnya penyelamatn-Mu, mendadaknya siksa-Mu dan meratanya amarah murka-Mu)'. Doa Meminta tambahan ilmu: Diriwayatkan oleh Turmudzi bahwa Rasulullah saw. membaca: "اللَّهُمَّ انْفَعْنِي بِمَا عَلَّمْتَنِي، وَعَلِّمْنِي مَا يَنْفَعُنِي، وَزِدْنِي عِلْمًا، الحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ حَالِ أَهْلِ النَّارِ    (Ya Allah, berilah aku manfaat dari apa-apa yang Engkau ajarkan, dan ajarkanlah kepadaku apa-apa yang memberi manfaat, dan tambahkanlah ilmuku srta segal puji bagi Allah dalam keadan bagaimanapun, dan akau berlindung kepada-Mu dari nasib penghuni neraka)."
  8. Diriwayatkan oleh Muslim bahwa Fathimah datang kepada Nabi saw. buat meminta 
    khadam. Maka Nabi mengajarkan kepadanya ucapan yang lalu, yang artinya: " Ya Allah, Tuhan dari langit yang tujuh dan Tuhan dari 'arasy besar. Tuhan kami dan Tuhan dari segala sesuatu, yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Pembela biji, penumbuh benih! Aku berlindung kepada-Mu dari bencana apa pun! Engkaulah pemegang ubun-ubunnya, Engkau yang awal maka tak ada sesuatu pun sebelum-Mu, Engkau yang akhir hingga tak ada suatu pun sesudah-Mu, Engkau Yang Zhahir maka tak ada suatu pun di luar-Mu dan Engkau Yang Batin hingga tak ada suatu pun di dalam-Mu! Bayarkanlah utangku oh Tuhan, dan bebaskanlah daku dari kemiskinan!" (lihat gambar2.Doa Nabi).
  9. Do'a Meminta Ketakwaan. Diriwayatkannya lagi bahwa Rasulullah saw. mengucapkan doa: " اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى (Ya Allah, aku mohon pada-mu petunjuk dan ketakwaan, mencakupkan yang ada dan menjadi kaya)."
  10. Dan diriwayatkan dari Ibnu Umar oleh Turmudzi yang menyatakannya hasan, juga oleh Hakim, bahwa Rasulullah saw. jarang sekali bangkit dari majelis pertemuan sebelum berdoa bagi sahabat-sahabatnya dengan mengucapkan: "Allahummaq sim lana min khasyyatika ma tahulu bihi bainana wabaina ma'shiyatik, wamin tha'atika ma tubalighuna bihi jannatak, waminal yaqini ma tuhawwimu bihi 'alaina masha-ibaddunya, wamatti'na bi asma'ina, waabsharina, waquwwatina ma ahyaitana, waj'alhul waritsa-minna, waj'al tsa'rana 'ala man zhalamana wanshurna 'ala man 'adana, wala taj'al mushibatana fi dinina, wala taj'alid dunya akbara hammina, wala mablagha 'ilmina, wala tusallith 'alaina mal la yarhamuna. (Ya Allah, bagilah kami dari rasa takut kami kepada-Mu apa yang dapat menghindarkan kami dari berbuat maksiat kepada-Mu, dan dari menaati-Mu apa yang dapat mengantarkan kami kepada surga-Mu, dan dari keyakinan kami apa yang dapat meringankan kami dari cobaan-cobaan dunia! Berilah kami kesenangan dengan pendengaran dan penglihatan kami, begitu pun dengan kekuatan kami selagi hayat dikandung badan, dan demikian pula halnya bagi orang yang mewarisi kami. Dan tuntutkanlah bela kami terhadap orang-orang yang telah menganiaya kami, serta bantulah kami terhadap musuh-musuh kami. Dan janganlah kami menerima coban mengenai agama kami, janganlah pula dunia itu menjadi tumpuan harapan kami, atau batas ilmu pengetahuan kami, srta janganlah yang akan mengendalikan pemerintahan kami itu, orang-orang yang tidak menaruh rasa  sayang kepada kami)."
                      ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ                                “Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
 
 1. Ditetapkan hati dalam Iman
اَللَّهُمَّ يا مُصَرِّفَ الْقُلُوْبِ، صَرِّفْ قُلُوْبُنَا عَلَى دِينِكَ
“Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamaMu.” (HR. Muslim 2654)
 
2. Ampunan dalam segala hal
اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ خَطِيْئَتِيْ، وَجَهْلِيْ، وَإِسْرَافِيْ فِي أَمْرِيْ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ جَدِّيْ وَهَزْلِيْ، وَخَطَئِيْ وَعَمْدِيْ، وَكُلُّ ذلِكَ عِنْدِيْ، اللّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kebodohanku, keberlebih-lebihan dalam perkaraku, dan apa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku. Ya Allah, ampunilah diriku dalam kesungguhanku, kelalaianku, kesalahanku, kesengajaanku, dan semua itu adalah berasal dari sisiku. Ya Allah, ampunilah aku dari segala dosa yang telah aku lakukan dan yang belum aku lakukan, segala dosa yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, dan dosa yang Engkau lebih mengetahui daripadaku, Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Yang mengakhirkan, dan Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu. (HR. Bukhari 6398 dan Muslim 2719).
 
3. Mohon Diperbaiki Segala Urusan
اَللَّـهُـَّم أَصْلِحْ لِي دِينِي الّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي، وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الّتِي فِيهَا مَعَاشِي، وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الّتِي فِيهَا مَعَادِي، وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ
Ya Allah mohon kebaikan pada urusan agamaku karena itu adalah penjaga semua urusanku. Aku mohon kebaikan pada urusan duniaku karena itu tempat hidupku. Aku mohon kebaikan pada urusan akhiratku karena itu tempat kembaliku. Jadikanlah hidup ini tambahan kebaikan bagiku, dan jadikanlah kematianku waktu istirahat bagiku dari segala keburukan. (HR. Muslim 2720)
 
4. Perlindungan dari Fitnah Kaya dan Fitnah Miskin
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَالهَرَمِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ القَبْرِ، وَعَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الفَقْرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الَمسِيحِ الدَّجَّال
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan usia jompo, perbuatan dosa dan hutang, fitnah kubur dan azab kubur, fitnah neraka dan azab neraka, keburukan fitnah kekayaan; aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kemiskinan dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. (HR. Bukhari 6368)
 
5. Perlindungan Dicabutnya Nikmat Lahir Batin
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan yang telah Engkau berikan, dari berubahnya kesehatan yang telah Engkau anugerahkan, dari siksa-Mu yang datang secara tiba-tiba, dan dari segala kemurkaan-Mu. (HR. Muslim 2739).
 
6. Agar Dijauhkan dari Sifat Pengecut & Tidak Pikun
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut, aku berlindung kepada-Mu kepada serendah-rendahnya usia (pikun), aku berpindung kepada-Mu dari fitnah dunia, dan aku berlindung berlindung kepada-Mu dari adzab kubur. (HR. Bukhari 2822)
 
7. Berlindung dari Keburukan Amal
اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَشَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ
Ya Allah, aku berlindung dari keburukan yang telah aku perbuat dan keburukan yang belum aku perbuat. (HR. Muslim 2716)
 
8. Agar Jiwanya Bertaqwa & Berlindung dari Ilmu yang tidak Manfaat
اللهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا
Ya Allah karuniakan ketakwaan pada jiwaku. Sucikanlah ia, sesungguhnya Engkaulah sebaik-baik yang mensucikannya, Engkau-lah Yang Menjaga serta Melindunginya. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari Ilmu yang tidak manfaat, hati yang tidak khusyu, dan doa yang tidak diijabahi. (HR. Muslim 2722).
 
9. Mohon Bisa Melihat Wajah Allah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ، وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ، وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ
Ya Allah, Aku mohon kepada-Mu kenikmatan memandang wajah-Mu (di Surga), rindu bertemu dengan-Mu tanpa penderitaan yang membahayakan dan fitnah yang menyesatkan. (HR. Nasai 1305 dan dishahihkan al-Albani)
 
10. Dimudahkan Berbuat Baik & Mencintai Orang Miskin
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَأَنْ تَغْفِرَ لِى وَتَرْحَمَنِى وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِى غَيْرَ مَفْتُونٍ
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin,ampunilah (dosa-dosa)ku, rahmatilah saya, jika Engkau menginginkan untuk menguji suatu kaum maka wafatkanlah saya dalam keadaan tidak tenggelam dalam ujian. (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani)
 
11. Mohon Agar Bisa Mencintai Orang yang Mencintai Allah
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُ إِلَى حُبِّكَ
Saya memohon agar dapat mencintai-Mu, mencintai orang-orang yang mencintai-Mu dan mencintai amal yang dapat mendekatkan diriku kepada cinta-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan Dishahihkan al-Albani).
 
12. Mohon Kebaikan dalam Segala Hal yang Pernah Diminta Nabi
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ عَاجِلِهِ وَآجِلِهِ، مَا عَلِمْتُ مِنْهُ وَمَا لَمْ أَعْلَمْ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا سَأَلَكَ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَاذَ بِهِ عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ، وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِي خَيْرًا
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu seluruh kebaikan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), kebaikan yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui.  Dan aku berlindung kepadaMu dari segala keburukan yang segera (dunia) dan yang tertunda (akhirat), yang aku ketahui dan yang tidak aku ketahui. Aku meminta kepada-Mu kebaikan semua doa yang pernah diminta oleh hamba dan nabi-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan, yang hamba dan nabi-Mu pernah berlindung darinya. Aku memohon surga kepadaMu dan segala perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Aku berlindung kepadaMu dari neraka dan segala perkataan dan perbuatan yang mendekatkan kepadanya. Aku meminta segala sesuatu yang telah Engkau takdirkan untukku, hendaklah Engkau jadikan kebaikan bagiku.
(HR. Ahmad 25019, Ibnu Majah 3846 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)
Semoga Bermanfaat.
Sumber:  Fikih Sunnah 4, Sayyid Saabiq.

Wali juraij yang ahli ibadah membuat Sang ibu Kecewa

Dari Abu Hurairah, bahawa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Tidaklah berbicara ketika masih bayi kecuali tiga orang, di antaranya: Isa bin Maryam dan seorang bayi yang ada pada zaman Juraij.

Juraij adalah seorang laki-laki ahli Ibadah, dia membangun sendiri tempat ibadahnya.Selama hidupnya sang wali Juraij selalu tekun&ta'at ibadah kepada Alloh SWT,tidak pernah meninggalkan ibadahnya dlm keada'an apapun, Pada suatu hari di saat ia sedang solat sunnah ibunya yang sedang sakit memanggil, 'raij Juraij,raij juraij,sampai beberapa kali ibunya memanggil Sang Juraij tdak memenuhi panggilan sang ibu,Dalam hati Juraij berkata, 'Ya Rabbi, apakah akan saya jawab panggilan ibuku atau aku meneruskan solatku?'Akhirnya Juraij lebih memilih meneruskan solat sunnahnya dari pada memenuhi panggilan sang ibundanya yg sedang sakit terbaring di ranjang tdak punya daya.
Padahal Sang ibu hanya ingin minta Juraij mengambilkan segelas minum untuk ibunya yang sedang dahaga sekali, Lalu Sang ibu Cemburu & Sakit Hati kepada Juraij karna lebih mementingkan sholat sunnahnya dari pda harus memenuhi panggilan sang ibu,Akhirnya Sang ibu Meminta kepada Alloh dengan hati yang Kecewa :
'Ya Allah sebegitunya Anakku juraij mementingkan sholat sunahnya dari pada memenuhi panggilanku untuk mengambilkan segelas airpun juraij tdak mau,maka aku ibunya cemburu dia memilihmu dari pda aku yang telah mengandungnya,maka saya mohon kepadamu ya Alloh berikanlah Coba'an yg berat kepada Juraij sehingga juraij tidak kuat menghadapi coba'an yang engkau berikan kepadanya Ya Alloh.

Pada suatu hari Juraij sedang melakukan ibadah dimusholla yg berada didepan rumahnya Juraij,lewat lah seorang pelacur yang cantik sexi bahenol masih muda yg menjadi bunga desa lah ya klo jaman sekarang hehe...yang pada saat itu sedang hujan,akhirnya si pelacur berteduh diteras musholla tempat juraij ibadah,dengan tidak sengaja sipelajur melihat ada lelaki tampan didalam musholla,Sosok Juraij tampan & bersih siapa wanita yang melihat pasti terpesona,akhirnya si pelacur menggoda sang wali Juraij,mas layanin aku donk mas,Karna juraij seorang ahli ibadah & tdak mudah tergoda akhirnya Juraij.. menolak,Enggak aku tidak Mau,
Si Pelacur..ayo ah mas layanin aku,sedang kedinginan mas''
Juraij..sekali Tidak tetap tidak,jangan paksa aku..
Si Pelacur...kalo kamu tdak mau melayani aku,maka aku akan menyobek bajuku & akan teriak keluar kalo kamu memperkosaku..
Juraij...Aku tidak takut...karna aku tidak akan pernah mungkin melakukan itu..
Si pelacur ...bner-bner mnyobek2 bajunya seolah sperti setelah diperkosa & keluarlah dari musholla teriak minta tolong..tolong..tolong..aku diperkosa Juraij,,,
Datang lah orang sekampung yang akhirnya menghajar Juraij & Dibawanya ke kantor polisi..
Akhirnya Juraij dipenjara & Akan dihukum mati.....
berhari-hari sang Juraij memohon ampun kepada Alloh didalam penjara sambil merenungi apa yg membuatnya bisa di uji alloh dg ujian yang sangat berat ini,Sang Juraij selalu memohon petunjuk apa salahnya sehingga fitnah menimpanya,akhirnya Alloh memberikan petunjuk dari dalam hati Juraij.
Juraij teringat akan panggilan ibunya waktu itu yg selalu dia hiraukan yg lebih mementingkan sholat sunnahnya dari pada memenuhi ibunya...
Akhirnya Juraij memohon ampun kpda Alloh & berdo'a spya dipertemukan dg ibunya,,
Stelah Juraij bertemu ibunya,maka Juraij Pun memohon ampun & bersujud dikaki sang ibu tidak akan pernah mengulangi kesalannya dan juga akan selalu mementingkan Sang ibu selalu..
Sang ibupun telah memafkan Juraij dan berdo'a kepada Alloh supaya diampuni kesalahannya.
Sang Juraij menghabiskan waktunya didalam penjara dengan selalu beribadah kepada Alloh SWT.
Suatu hari Sebelum Juraij melangsungkan hukuman mati mempunyai ( 1 ) perminta'an kpda hakim supaya dipertemukan kepada pelacur yang sudah memfitnahnyanya,akhirnya sang hakim mengabulkan perminta'an juraij...
Maka sang hakim mendatangkan pelacur yang telah memfitnah juraij,yang pada waktu itu si pelacur sudah melahirkan bayi yang dikandungnya dari hasil berzina dg selain juraij,Maka sipelacur dengan menggendong bayinya menemui juraij,Juraij pun to the poin bertanya kepada bayi yg masih berusia 2 bulan itu dihadapan hakim & juga banyak orang saksi,Katakanlah dengan jujur hay bayi yg suci tidak berdosa,bahwa kamu bukan Anakku,,
Dengan izin Alloh SWT maka si bayyi yg berusia 2 bulan itu berbicara,AKU MEMANG BUKAN ANAKNYA JURAIJ,IBUKU TELAH MEMFITNAH SANG JURAIJ,MAKA BEBASKAN SANG JURAIJ DARI HUKUMAN YG TIDAK SEHARUSNYA DIA MEMPEROLEHNYA..
Singkat cerita ...saat itu juga sang juraij terbebas dari fitnahan hukuman yang menimpanya.....

ikhwan & akhwat yg dirahmati Alloh swt dimanapun berada...dari kisah singkat ini kita semua bisa mengambil Pelajaran Yang Dapat Dipetik:
1. Kewajiban birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua) terutama ibu, dan bahawasanya jika ia menyumpahi anaknya maka akan dikabulkan.
2. Allah menyelamatkan seseorang dengan ketakwaan dan keshalihannya.
3. Jika suatu urusan nampak tumpang tindih, hendaknya mengutamakan yang wajib kemudian yang penting.
4. Disunnahkan berwudhu terlebih dahulu sebelum berdoa untuk hal-hal yang penting.
5. Wudhu sudah dikenal umat dan disyariatkan sebelum Nabi Muhammad.
6. Penetapan karamah para wali, yang mampu diperoleh melalui ikhtiar atau usaha mereka.
7. Bersikap lemah lembut dan sayang kepada murid ketika memberikan pendidikan kepadanya.
8. Orang yang memiliki kepercayaan yang tinggi kepada Allah tidak mudah termakan fitnah.
9. Boleh melakukan ibadah yang banyak/secara maksimal bagi yang mengetahui bahawa dirinya mampu.
10. Orang yang biasa berbuat keji tidak akan memperoleh penghormatan.
11. Orang yang secara tiba-tiba dilemparkan kepadanya suatu tuduhan hendaknya segera menghadap Allah dengan solat mengintropeksi diri.
12. Menjelaskan keyakinan Juraij yang sangat tinggi begitu pula harapannya kepada Allah untuk memperoleh pertolongan-Nya. Sehingga ketika ia meminta anak bayi berbicara, Allah mengabulkannya. Padahal sebagaimana biasanya yang namanya bayi tentu belum mampu bicara.
13. Sombong dan membanggakan diri adalah perbuatan tercela, demikian pula orang yang sombong dan dzalim, mereka semua dicela.
14. Orang yang didzalimi mempunyai kedudukan dan kelebihan di sisi Allah. Jika tidak demikian tentu tidak ada kebaikannya seorang anak yang masih menyusu ingin menjadi seorang pembantu yang rendah hati.
15. Seseorang boleh membatalkan solat sunnahnya manakala dipanggil orang tuanya untuk melakukan sesuatu yang syar'i.
16. Tidak boleh cepat mempercayai suatu tuduhan tanpa bukti.
WALLOHUA'LAM BISHOWAB.
_______________

[1] HR. al-Bukhari, 3436; Muslim, 2550.

ROSULULLOH DALAM MENGOBATI RASA TAKUT & SUSAH TIDUR (INSOMNIA)

  • Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Jami'-nya dari Buraidah,ia menceritakan :
  : شكي خالد الى النبيِ صل الله عليه وسلم فقال
یا رسول الله ! ما أنام الليل من الأرق.  فقا ل النبيِ
  : صلى الله عليه وسلم : إذا اويت إلی فراشك فقل
  { اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَماَ أَظَلَّتْ،وَرَبَّ الأَرَضِيْنَ، وَماَأَقَلَّتْ ،وَرَبَّ لشَّيَاطِيْنِ وَماَأَظَلَّتْ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ شَرِّ خَلْقِكَ كُلِّهِمْ جَمِيْعًا أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ،أَوْيَبْغِيَ عَلَيَّ،عَزَّجَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَهُ غَيْرُكَ }
Khalid pernah mengadu kepada Nabi SAW ,ia berkata : "Wahai Rosululloh ! Aku Susah Tidur," Rosululloh Menjawab, "Bila engkau hendak Tidur di pembaringanmu, Hendaknya engkau mengucapkan Do'a berikut :

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَماَ أَظَلَّتْ،وَرَبَّ الأَرَضِيْنَ، وَماَأَقَلَّتْ ،وَرَبَّ لشَّيَاطِيْنِ وَماَأَظَلَّتْ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ شَرِّ خَلْقِكَ كُلِّهِمْ جَمِيْعًا أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ،أَوْيَبْغِيَ عَلَيَّ،عَزَّجَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَهُ غَيْرُكَ 
"Ya Alloh Ya robb dari langit yang ketujuh serta segala yang dinaungi olehnya, Robb dari bumi yang tujuh serta segala yang menaunginya, Robb dari segala jenis setan dan siapa saja yang disesatkan oleh mereka, jadikanlah penyelamat bagiku dari segala kejahatan seluruh makhluk - Mu, sehingga tak satupun di antara mereka yang mendzolimiku, melanggar hakku, Sungguh mulia pertolongan-Mu, Sungguh besar puja-puji bagi-Mu, Tidak ada yang berhak diibadahi secara benar melainkan Engkau saja"
  • Masih dalam jami' At-Tirmidzi diriwayatkan dari Amrun bin Syu'aib, Dari ayahnya, Dari kakeknya bahwa Rosululloh SAW mengajarkan mereka untuk mengatasi rasa takut atau terkejut :          
{ أَعُوْذُ بِكلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ غَضَبِهِ وَعِقَابِهِ وَشَرَّ عِبَادِهِ، وَمِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ، وَأَعُوْذُبِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنِ }
" Aku berlindung kepada Alloh dengan Kalimat-kalimatnya yang sempurna dari kemurka'annya, siksa dan kejahatan Hamba-hambaNya, Serta dari hembusan Syetan. Aku berlindung kepada-Mu ya Robbi dari para syetan yang mendatangiku.
  • Abdulloh bin Umar Mengajarkan Do'a itu kepada anak-anaknya yang sudah Nalar (Tamyis). Bagi yang belum Nalar Beliau MENGALUNGKAN Do'a itu di leher mereka setelah Dituliskan di kertas dan sejenisnya.
  • Tentunya ta'awudz yang semacam itu berfungsi menyembuhkan penyakit tersebut.(wallohua'lam bishowab),

RUQIYYAH

An-Nusyroh adalah bentuk mahsdar dari kata " Nasyaro " yang artinya menebarkan. Firman Allah: " Dan Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka putus asa, dan Dia tebarkan RahmatNya, dan Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji " (QS. Asy-Syura : 28

> Lois Ma'lu :  An-Nusyroh adalah Ruqyah yang mengobati orang yang sakit jiwa (gila) atau sakit-fisik.

> Abu Sa'adat :  An-Nusyroh adalah bagian dari pengobatan Medis dan Ruqyah yang mengobati orang yang terkena sentuhan Jin.

> Ibnu Jauzi :  An Nusyroh adalah melepaskan pengaruh sihir pada orang yang terkena sihir. Tidaklah seorang mampu melepaskan pengaruh sihir melainkan orang yang mengerti tentang sihir.

Dasar Hukum.

Nabi Saw ditanya tentang An-Nusyroh? Beliau menjawab : " An-Nusyroh adalah perbuatan Syaitan ". ( HR. Abu Daud ). Semula Nabi saw melarang mengobati dengan cara An-Nusyroh karena mengandung unsur syirik dan bersekutu dengan Jin dan Syaitan, tetapi kemudian beliau membolehkan jika An-Nusyroh dengan menggunakan ayat Al-Qur'an dan doa.

Metode Pengobatan dengan An-Nusyroh.

Berdasarkan definisi diatas dapat kita rangkum An-Nusyroh adalah pengobatan dengan cara medis dan Ruqyah yang mengobati orang yang terkena pengaruh sihir dan sentuhan Jin dan Syaitan yang mempengaruhi fisik dan mental. Jadi mengobatan dengan cara An-Nusyroh ada dua cara:

1.   Pengobatan dengan Cara Medis.

Pengobatan dengan cara medis dengan menggunakan ilmu kedokteran atau dengan ramuan yang mengandung obat untuk menyembuhkan penyakit.

Madu dan Buah-buhan.

" Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dan dari perut lebah itu keluar minuman (Madu) yang bermacam-macam warnanya,  didalamnya ada obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda kebesaran Tuhan bagi orang yang memikirkan " (QS. An-Nahl : 69)

Susu Murni.

" Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya berupa susu yang bersih antara kotoran dan darah yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya " (QS. An-Nahl : 66)

Korma Ajwa ( Korma Nabi ).

Korma adalah salah satu buah yang sering nabi anjurkan untuk mengkonsumsinya terutama bagi orang yang berbuka puasa, karena korma mengandung zat gula yang baik untuk pertumbuhan badan, ada korma khusus untuk pengobatan yaitu Korma Ajwa. 

Nabi Saw bersabda:  " Korma Ajwa adalah obat dari segala penyakit "

2.   Pengobatan dengan Cara Ruqyah.

Ruqyah adalah bentuk tunggal dari kata Ruqo artinya jampi-jampi maksudnya jampi-jampi dengan menggunakan bacaan atau mantra untuk menolak pengaruh sihir dan godaan Syaitan dan Jin yang mempengaruhi fisik dan mental manusia.

" Tidak ada Ruqyah kecuali untuk melepaskan pengaruh mata (sihir) dan sengatan hewan berbisa " (HR. Ahmad, Abu Daud dan Attirmizi) " Dari Auf bin Malik berkata : Kami pernah me-Ruqyah seorang pada zaman Jahiliyah,  kemudian kami bertanya : Wahai Rosullulloh bagaimana menurut pendapatMu tentang yang demikian? Maka Nabi bersabda : Jelaskan kepadaKu tentang Ruqyah kalian. Tidaklah mengapa Ruqyah yang tidak ada unsur syirik " (HR. Muslim)

Bacaan untuk Me-Ruqyah :

1.  Istia'dzah (Mohon perlindungan).

" Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui " (QS. Al A'rof : 200).

Secara langsung Al-Qur'an tidak menjelaskan lafadz-lafadz yang dipakai untuk perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan tetapi kemudian Nabi mengajarkan  beberapa lafadz yang dibaca untuk berlindung kepada Allah dari godaan syaitan antara lain :

  • A'udzu bIlahi minasysyaithonir-rojim

  • A'udzu bIlahis-sami'il alim minasysyaithonir-rojiim

  • A'udzu bikalimatIlahit-taammaati minsyarrimaa kholaq

  • A'udzu bikalimaatIlahit-taammaati min godhobihi waI'qobihi wasyarri ibadihi wamin hamazaatisy-syayaathini wa-ayyahdhuurun

  • A'udzu biIzzatIlahi waqudrotihi min syarrimaa ajidu wa-uhajiru

  • A'udzu bIlahi minasyyaithonir-rojim min hamzihi wanafkhihi wanaftsihi  

2.  Ayat Al-Qur'an.

Pada hakikatnya semua ayat Al-Qur'an dapat dijadikan sebagai pelindung orang-orang yang beriman dari segala godaan syaitan dan sebagai obat dari segala penyakit akan tetapi ada beberapa ayat atau surat tertentu yang diajarkan Nabi yang dapat dijadikan sebagai Ruqyah untuk menangkal penyakit yang disebabkan oleh pengaruh sihir atau godaan Syaitan dan Jin.    

" Dan apabila kamu membaca Al-Qur'an niscaya kami adakan antara kamu dan antara orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat suatu dinding (pelindung) yang tertutup " (QS. Al Isra : 45).  " Dan kami turunkan dari Al-Qur'an itu sebagai Penyembuh dan Rahmat bagi orang-orang yang Mukmin, dan ia (Al-Qur'an) tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian " (QS. Al Isra : 82)   

  • Al Muawwidzatain (An-Naas dan Al Falaq)

  • Al Fatihah

  • 4 ayat diawal surat Al Baqarah

  • Al Baqarah ayat 163 dan 164

  • Ayat Kursi (Al Baqarah : 255)

  • 3 ayat diakhir surat Al Baqarah

  • Ayat pertama surat Ali Imran

  • Ali Imran ayat 18

  • Al A'raf ayat 54

  • Al Mu'min ayat 116

  • Al Jin ayat 3

  • 10 ayat diawal surat Ash- Shoffat

  • 3 ayat diakhir surat Al Hijr

  • Yunus : 81

  • Al Anbiya : 70

  • Al Furqon : 23

  • Al A'rof : 118-119

3.  Doa Mohon Kesembuhan.

Banyak sekali doa untuk perlindungan dari syaitan  dan kesembuhan  penyakit yang ada didalam Al-Qur'an atau yang diajarkan oleh Nabi,  disini kami ungkapkan beberapa doa yang diajarkan oleh Nabi:

  • BismIlahi turbatu ardhinaa biriiqoti ba'dhina yasyfibihi saqiimana bi-izni robbina

  • Allahumma Robban-naas Azhibilbaas Isyfi antasysyaafii Laa syifaa-a Illaa syifaa-uka Syifaa-an laayugoodiru saqoman.

  • Amsahil baas Robbannaas Biyadikasy-syifaa Laa kaasyifalahu Illaa anta

Tata-cara Me-Ruqyah.

" Setiap penyakit itu ada obatnya,  jika tepat obatnya maka penyakit akan sembuh dengan izin Allah 'Azza wa Jalla " (HR. Muslim). Firman Allah : " Jikalau Allah menimpakan bahaya (penyakit) kepadamu maka tidak ada yang dapat menghalanginya selain Dia dan jikalau Allah menghendaki kebaikan untukmu maka tidak ada yang dapat menghalangiNya, kebaikan itu diberikan olehNya kepada orang yang dikehendaki dari hamba-hambaNya. Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang " (QS. Yunus: 107)

Tidaklah semua orang dapat disembuhkan dengan Ruqyah Al-Qur'an atau doa-doa yang diajarkan oleh Nabi, apabila jiwanya tidak diisi dengan ke-yaqin-nan dan penuh pasrah kepada Allah serta tidak menyimpang dari ketentuan Ruqyah.

> Dibacakan dan ditiupkan pada kedua telapak tangan kemudian diusapkan pada anggota badan mulai dari kepala, muka, bagian depan badan dada dan seterusnya.

" Hadits dari A'isyah : Bahwasanya Nabi saw apabila berbaring ditempat tidur maka Ia gabungkan kedua telapak tanganNya, kemudian ditiupkan pada keduanya sambil membaca " Al Muawwidzat " (Al Ikhlas, Al Falaq dan Annas) lalu beliau mengusapkan kedua telapak tangan mulai dari bagian kepala,  bagian muka dan  bagian depan badan hingga tubuh yang dapat dijangkau. Beliau kerjakan tiga kali. A'isyah berkata : " Tatkala aku merasa sakit maka beliau menyuruh aku mengerjakan seperti ini " (HR. Bukhari-Muslim)

> Dibacakan pada ibu jari kemudian ditempelkan pada bumi lalu ibu jari diletakkan pada anggota tubuh yang sakit.

" Hadits dari A'isyah : Bahwasanya Nabi Saw apabila ada seorang merasa tubuhnya ada yang sakit maka beliau meletakkan ibu jariNya pada tanah kemudian diangkatnya sambil membacakan doa : " BismIlahi turbatu ardhinaa Biriiqoti ba'dhinaa Yusqoobihi saqiimunaa Bi-izni robbinaa " (HR. Bukhari dan Muslim)

> Mengusapkan tangan pada anggota yang sakit sambil membaca Ruqyah.

" Hadits dari A'isyah : Bahwasanya Nabi Saw pernah mendoakan salah satu kelarganya yang sakit dengan meletakkan tangan kanannaya (pada tubuh yang sakit) sambil membaca : " Allahumma robbannaas Azhibil baas Isyfi antasysyafii Laa syifaa-a illaa syifaauka Syifaa-an laa yugoodiru saqoman " (HR. Bukhari dan Muslim)

> Dibacakan Ruqyah pada bejana yang berisi air dan ditiupkan ke-dalamnya kemudian menyuruh penderita untuk meminumnya atau mandi dengan air tersebut.

" Hadits dari A'isyah :  Ia pernah membawa air zamzam kemudian ia memberitahu (kepada para shahabat) bahwasanya Rosululloh Saw membacakan doa pada air zamzam yang ada dalam bejana dari kulit lalu beliau menuangkan air itu pada gelas dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit " (HR. Muslim).      

 " Dan Allah menurunkan kepadamu air hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan Syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mempertaguh dengannya telapak kakimu (pendirianmu) " (QS. Al Anfal : 11)

Didalam Islam bersuci ada dua bagian : pertama bersuci yang bersifat lahiriyah yaitu bersuci badan dari hadats dan najis dengan air muthlak dan kedua bersuci yang bersifat bathiniyah yaitu menjauhkan diri dari sifat-sifat yang buruk yang disebabkan oleh pengaruh Syaitan.

Cara Meminum air Zamzam atau air Asma :

  • Meminum air dengan niat untuk kebaikan dunia dan akhirat

  • Menghadap kiblat ketika hendak meminum

  • Membaca shalawat untuk Nabi saw

  • Membaca Basmalah

  • Membaca doa.

  • " Allahumma inni as-aluka ilman nafi'an warizqon wasi'an wasyifa'an min kulli da'in "

  • Tiga kali nafas ketika meminum

  • Minum sampai rasa haus hilang

  • Setelah minum kemudian air diusapkan pada kepala, muka dan dada tiga kali.   

Penyakit yang Dapat Disembuhkan dengan Ruqyah.

> Perintah untuk Berobat :

" Sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah menurunkan suatu penyakit,  kecuali Allah telah menurunkan pula obatnya, baik obat yang telah diketahui oleh orang maupun yang belum diketahuinya,  kecuali mati " (HR. Al-Hakim) " Berobatlah wahai hamba-hamba Allah karena sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit,  kecuali telah diturunkan pula obatnya,  selain penyakit yang satu yaitu penyakit tua (pikun) " (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

> Perintah Konsultasi kepada Ahli Pengobatan :

"Maka pertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai keahlian jika kamu tidak mengetahui " (QS. An-Nahl : 43) " Katakanlah: Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya(propesinya) " (QS. Al Isra : 84). Nabi Saw bersabda : " Obat segala kesulitan adalah bertanya (konsultasi) "

> Larangan dalam Berobat :

Berobat kepada yang bukan Ahlinya :

 " Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu kedalam kebinasaan dan berbuat baiklah karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik " (QS. Al Baqarah: 195). Nabi Saw bersabda : " Apabila sesuatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya maka tunggulah kehancurannya "

Berobat dengan Sesuatu yang Dilarang Allah :

 " Sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah menjadikan obat untuk penyembuhanmu pada hal-hal yang diharamkan atasmu " (HR. Aththabrani). Meskipun berobat itu diperintahkan agama tetapi penggunaan obat dibatasi pada hal-hal yang halal. Jadi tidak dibenarkan menjadikan sesuatu yang haram menjadi obat,  seperti berobat dengan meminum darah atau minuman keras atau berobat dengan memakan makanan yang diharamkan Allah. " Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai,   darah,  daging babi dan binatang yang (ketika disembelih) disebut nama selain Allah " (QS. Al Baqarah : 173)

I.   Penyakit Fisik.

Sebab-sebab Penyakit terdiri dari Dua Golongan :

  • Sebab-sebab dari dalam ialah kelainan-kelainan dari tubuh sendiri yang pada umumnya tidak diketahui dengan jelas apa sebabnya.

  • Sebab-sebab dari luar ialah segala sebab yang asalnya dari luar.  Hal ini dapat dibedakan menjadi enam macam:

  • Sebab Mekanis,  seperti luka terkena benda tajam atau tumpul,  kena tembak atau terjatuh.

  • Sebab Fisik, seperti terkena api atau benda panas, terkena aliran listrik, disambar petir

  • Sebab Kimia,  seperti keracunan.

  • Sebab jasad Renik atau Makro, seperti bakteri, virus, serangga atau cacing-cacing.

  • Sebab kekurangan unsur tertentu dalam konsumsi, seperti vitamin, mineral, yudium.

  • Sebab kejiwaan, seperti kesusahan, trouma, ketakutan.    

Mengobati penyakit fisik lebih dominan menggunakan medis atau ilmu kedokteran tetapi tidak menjamin untuk sembuh maka solusinya banyak pasien yang datang untuk berobat Atternatif seperti Terapi,   Reflexsiologi,   Ruqyah atau lainnya

II.   Penyakit disebabkan Pengaruh Sihir, Syaitan atau Jin.

  • Sihir perceraian

  • Sihir guna-guna

  • Sihir Hipnotis

  • Sihir gila

  • Sihir lesu

  • Sihir suara panggilan

  • Sihir penyakit

  • Sihir pendarahan

  • Sihir menghalangi sesuatu ( Rejeki, tamu, keinginan beribadah, dll. )

  • Sihir mandul atau susah hamil